Wednesday, 25 February 2015

Kamu adalah yang mana? Kopi, wortel atau Telur?

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”

Tidak seperti yang kau bayangkan

Kita semua tau, terkadang hidup ini rumit, kadang seperti masuk kedalam labirin yang kita rasa yak berhujung. Terkadang kita merasa seperti melakukan arumjeram. Kadang juga kita seperti sedang menaiki kendaraaan roda 4 disuatu jalan, kita sering menemui jalan jalan yang tak mulus, tanjakan dan turunan, Namun semua yang kita alami ini selalu ada positive dan negativenya bukan? kita lebih merasa bahagia saat menjalani itu semua dengan motivasi dari orang-orang tercinta, benar bukan? Apalagi dalam posisi remaja labil yang sedang menghitung hari untuk puncak ujiannya.... seperti afi ini.

Kenapa diri saya ini selalu memposting kata kata inspiratif, dan semoga dapat membuat pembaca blog ini termotifasi? karena sesungguhnya kini disaat seperti ini, mental yang penting, dukungan dari orang lain. Sejujurnya diri saya ini bukanlah yang sering dimotivasi orang lain, terkadang merasa seperti sedang menaiki kapal menggunakan dayung dan layar, diri ini tetap mendayung tapi tak ada udara yang berhembus. Maka dari itu, afi rasa mungkin dengan memposting kata kata ini diriku akan termotivasi, yang faktanya berpengaruh walau masih terkalahkan oleh motivasi orang tercinta :'). Selain itu motivasi ini, afi harap bisa memotivasi teman-teman yang mungkin merasa senasib dengan diri ini, Mungkinnn loh teman...

Kalau temen-temen mau tau, inspirasi ini dapet dari mana, sejujurnya menurut saya sendiri, kisah ataupun kata kata inspirasi bisa datang dari mana saja, motto hidup diri saya, diambil dari kata-kata tokoh dunia, inspirasi kupu-kupu diambil dari sebuah buku, masih banyak hal lagi yang mulai afi ketik, namun belum saya posting. Karena saya rasa ini bukanlah saat yang tepat. posting kali ini juga afi mau minta maaf nih, sama temen-temen pengunjung blog ini yang merasa ini tidak berarti, dan terima kassih bagi temen-temen yang merasa ini adalah hal yang berati.


Saturday, 21 February 2015

Inspirasi kupu-kupu

kali ini afi, mengkutip kata kata dari sebuah buku yaitu ReBorn karya Ridwa Raharjo. buku ini cukup menarik, makasih buat yang udah ngasih buku ini.

Terlahir Kembali

Seekor kupu-kupu mungkin harus mengalami proses metamorfosis sebelum menjadi makhluuk yang cantik dan indah untuk dapat dinikmati. banyak proses yang dia harus lalui dari terlahir sebuah ulat yang buruk rupa. harus mmenjalani proses yang membosankan. rutinitas yang selalu sama, makan daun dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

Proses perpindahan yang sangat menyebalkan menurut sebagian besar orang, karena mungkin dia dapat melihat daun yang dapat dimanakan tetapi perjalanan menuju kesana tidaklah mudah dan cepat. harus merambat perlahan, berpindah cabang dan ranting. Menjaga agar tidak terjatuh dan tidak termakan oleh serangga atau brung.

Seekor mahkluk lemah yang tidak memiliki pertahanan diri yang berarti.Bulu yang membuat gatal?sepertinya tidak berlaku untuk burung, serangga, ikan, atau makhluk-makhluk lain yang lebih besar. Hanya bisa pasrah dalam menjalani prosesnya sebagai makhluk transisi. Ketika masanya telah terlewati, sudah dapat memutuskan untuk mulai beruubah, cukup matang dengan kedewasaannya, maka dia akan mulai membungkus dirinya dan berproses dalam bentuk yang lebih baik.